Mengenal Lebih Jauh Mitos Keris Omyang Jimbe Menambah Beras

mitos keris omyang jimbe menambah beras

Mengenal Lebih Jauh Mitos Keris Omyang Jimbe Menambah Beras – Memiliki sebuah keris pusaka tidak terlepas dari mitos dan dunia gaib yang menyelimuti keberadaan benda bertuah tersebut. Salah satu keris yang dicari para kolektor khusus benda pusaka yang bertuah adalah keris Omyang Jimbe. Dari bentuknya yang unik yang sudah terlihat adanya makna mendalam yang terkandung dalam keris tersebut.

Dahulu, keris digunakan untuk senjata saat berperang atau berduel dan sebagai benda pelengkap sesajen. Saat ini, keris lebih dikenal sebagai aksesoris (ageman) saat berbusana daerah, sebagai simbol budaya, dan sebagai benda pusaka yang sangat bernilai.

Setiap pembuatan keris Omyang Jimbe mengandung arti yang sangat mendalam karena memiliki tujuan dan harapan yang baik bagi pemiliknya kelak. Dengan memiliki keris tersebut, diharapkan semua keinginan pemilik keris lebih mudah tercapai.

Mitos yang berkembang dalam pembuatan keris Omyang Jimbe yang paling terkenal adalah bisa menambah beras. Mitos yang satu ini hakikatnya adalah sebagai simbol untuk orang yang kaya pada zaman dahulu. Yaitu seseorang yang memiliki gentong sebagai tempat penyimpanan beras yang tidak pernah habis atau tidak pernah kekurangan.

Mitos keris Omyang Jimbe menambah beras yang beredar di masyarakat adalah fungsinya yang bisa membuat tempat penyimpanan beras tetap penuh. Walaupun sering diambil dan tidak pernah diisi, tempat beras tersebut tetap seperti semula isinya.

Sebenarnya, mitos ini mengandung makna bahwa seseorang yang memiliki keris Omyang Jimbe selalu dilimpahi rezeki. Salah satunya adalah beras yang sudah dimasak memiliki efek lebih mengenyangkan jika dibandingkan beras milik orang lain. Dengan kata lain, hanya dengan makan sedikit sudah terasa kenyang.

Namun, mitos ini berkembang hingga memunculkan beberapa versi. Sesuatu yang berbau mistis tentu mengundang hal-hal yang gaib pula. Untuk membuktikan apakah pada keris tersebut terdapat khodam, ada tiga cara yang bisa dilakukan. Dua diantaranya menggunakan media beras. Ketiga cara tersebut adalah sebagai berikut :

Omyang Jimbe Nambah Beras

Untuk versi yang pertama, konon keris Omyang Jimbe bisa dimanfaatkan untuk menambah butiran beras yang ada pada wadah tertentu. Beberapa barang yang harus disediakan diantaranya adalah beberapa butir beras, wadah beras, kain penutup, sesajen, dan dupa.

Pada wadah yang berisi beras ditutup dengan kain Seloso Kliwon atau kain mori yang diberi dupa dan sesajen. Setelah ritual selesai dilakukan, maka pada wadah tersebut akan terlihat jumlah butiran beras yang bertambah banyak.

Omyang Jimbe Mindah Beras

Untuk mitos keris Omyang Jimbe menambah beras yang kedua adalah mindah beras. Pada versi yang kedua ini, khodam yang ada pada keris akan diberi tugas untuk memindahkan beras. Biasanya versi yang satu ini digunakan sebagai bentuk tes apakah keris Omyang Jimbe tersebut ada khodamnya atau tidak.

Caranya adalah dengan menyiapkan dua buah gelas, satu berisi beras dan satunya lagi kosong. Pada bagian atas gelas diletakkan keris Omyang Jimbe, kemudian ditutupi kain mori (kain Seloso Kliwon), sesajen, dan dupa. Setelah dupa habis, akan terlihat bahwa butiran beras tersebut berpindah tempat.

Omyang Jimbe Panas

Cara yang ketiga ini cara mengetesnya cukup mudah, yaitu dengan menempelkan kuku ibu jari tangan kiri ke ujung keris. Jika merasakan hangat atau panas, itu artinya keris tersebut berpenghuni atau memiliki khodam.

Terdapat simpang siur mengenai mitos keris Omyang Jimbe menambah beras yang beredar di masyarakat. Ada yang menganggapnya sebagai arti yang sesungguhnya, yaitu bisa membuat beras yang ada di wadahnya tetap utuh walaupun diambil berkali-kali. Ada pula yang menganggapnya sebagai makna tentang kemakmuran, yaitu keris tersebut bisa membuat pemiliknya kaya.

Penjelasan lebih lengkap mengenai Keris Omyang Jimbe – KLIK DI SINI

Konsultasi Serius tentang Masalah Anda dengan Pakarnya Ki Sabrang Alam, Silahkan hubungi kontak di bawah ini :

081 226 888 103 ( WA / Telpon / SMS )