Mitos Pesugihan Gunung Kawi
Jual Keris Omyang Jimbe Asli Sarana Pesugihan Halal dan Praktis

Mitos Pesugihan Gunung Kawi

Gunung Kawi tentu sudah tidak asing lagi bagi Anda. Ya, gunung yang terletak di Kabupaten Malang Jawa Timur ini memang terkenal akan ritual pesugihannya. Ribuan orang tercatat telah mengunjungi tempat ini dengan tujuan untuk mengubah nasibnya dengan mendapatkan pesugihan.

Gunung Kawi bukanlah gunung yang tinggi, di mana ketinggiannya hanya sekitar 2.000 meter. Selain itu, pemandangannya juga tidak begitu indah. Memang, Gunung Kawi bukanlah gunung yang unggul dengan keindahan panorama maupun ketinggiannya. Namun, Gunung Kawi ini memiliki kekuatan mistik yang sejak jaman dahulu di gunakan masyarakat sebagai sarana untuk mendapatkan kelancaran rezeki. Hal itulah yang menjadikan gunung Kawi menjadi sangat populer.

Menurut kepercayaan yang berkembang di kalangan masyarakat, barang siapa yang melaksanakan ritual di Gunung Kawi dengan rasa kepasrahan serta pengharapan dengan penuh keyakinan, maka akan terkabul permintaannya terutama menyangkut masalah kekayaan. Pesugihan Gunung Kawi ini memang sangat populer, karena banyak orang yang terbukti sudah merasakan “berkah” berziarah ke Gunung Kawi. Meskipun demikian, belum ada satu pun penelitian yang membuktikan kebenaran atas keyakinan tersebut.

Selain penuh sesak di kunjungi oleh masyarakat pribumi, Gunung Kawi ini juga di dominasi oleh masyarakat Tionghoa. Terbukti, ratusan orang Tionghoa yang mendatangi Gunung Kawi tiap harinya. Khususnya pada hari Jumat Legi, Senin Pahing, Syuro serta Tahun Baru. Dengan tujuan yang sama, masyarakat Tionghoa juga hendak mengalap berkah kekayaan. Ritual di Gunung Kawi ini dilakukan dengan meletakkan sesaji, membakar dupa, dan bersemedi selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan hingga berbulan-bulan.

Selain mengunjungi pesarean di Gunung Kawi sebagai fokus utama tujuan para pengunjung, terdapat tempat-tempat lain yang “di keramatkan” serta memiliki kekuatan magis untuk mendatangkan keberuntungan. Berikut tempat keramat di Gunung Kawi antara lain:

1. Padepokan Eyang Sujo

Di tempat yang berwujud seperti rumah ini terdapat berbagai benda peninggalan Eyang Sujo yang dikeramatkan. Benda-benda tersebut antara lain seperti bantal, guling yang berbahan batang pohon kelapa, serta tombak pusaka yang di gunakan saat masa perang Diponegoro.

2. Guci Kuno

Selain padepokan Eyang Sujo, ada juga benda serupa guci yang di keramatkan. Guci atau Janjam peninggalan dari Eyang Sujo ini dipergunakan beliau untuk menyimpan air suci. Di mana, air suci tersebut digunakan sebagai sarana pengobatan. Sekarang, Guci kuno ini diletakkan di samping kiri pesarean. Menerut kepercayaan masyarakat setempat, barang siapa yang meminum, atau membasuh tubuhnya menggunakan air dari guci ini akan membuat seseorang menjadi awet muda.

3. Pohon Dewandaru

Tempat terakhir yang di keramatkan yaitu pohon Dewandaru. Pohon Dewandaru ini terletak di area pesarean, di mana keberadaan pohon ini diyakini mampu mendatangkan keberuntungan. Pohon yang termasuk jenis cereme Belanda ini oleh orang Tionghoa disebut sebagai shian-to atau pohon dewa.

Untuk mendapatkan ' simbol perantara kekayaan ', para peziarah menunggu dahan, buah dan daun jatuh dari pohon. Begitu ada yang buah maupun daun yang jatuh, mereka langsung berebut. Dengan maksud, daun maupun buah bisa di manfaatkan sebagai azimat. Dalam penggunaannya, biasanya daun itu dibungkus dengan selembar uang kemudian disimpan ke dalam dompet sebagai jimat.

Namun, untuk mendapatkan daun dan buah Dewandaru diperlukan kesabaran. Karena hanya daun, buah yang jatuh secara alami saja yang memiliki keberkahan. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yang menunggu tidak hanya dalam hitungan jam saja, bahkan proses menunggu tersebut bisa memakan waktu selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Bila harapan mereka terkabul, para peziarah akan datang lagi ke tempat ini untuk melakukan syukuran.

 

Tentang Keris Omyang Jimbe Koleksi Ki Sabrang Alam Sarana Spiritual Penarik Kekayaan - Silahkan KLIK DI SINI.